Laman

Wednesday, March 9, 2016

Makin Dekat dengan HPL

Sekitar sepekan ini, mbak Qori main ke Jonggol. Kebetulan kampus sedang libur 10 hari sebagai hari persiapan ujian. 

Alhamdulillah, jujur aja rasanya senang mendapat temen di masa sepiku. Apalagi sekarang-sekarang ini, tingkat setress bertambah seiring mendekatnya HPL, dan masih sering ditinggal Mase sendirian. 

Bahkan, pada tanggal 17 Mei, yang merupakan HPL anak kami, Mase tetap harus menginap di pesantren karena sedang ada acara tahfidz camp. Kalau seandainya ga ada mbak Qori yang nemenin, mungkin hatiku sudah hancur berkeping bagaikan butiran debu. Ihikk... 

__________
Tanggal 17, 18, 19, belum ada tanda-tanda kontraksi. Meskipun kadang jalan lahir masih terasa disayat-sayat saat mengeluarkan cairan kontroversial tersebut. 

Tanggal 20 sore, Mase pulang dari pesantren, untuk mengantarkan mbak Qori kembali ke Jakarta karena waktu liburan tlah usai. Dengan memohon-mohon, aku minta Mase bisa pulang malam itu juga, jangan menginap di Jakarta, karena bagaimanapun juga, Hayati tak sanggup menanggung semua rasa ini, bang. Ihikk. 

Dan, pada tanggal itu juga, Mami dan tante Nuk (dua budheku) sedang dalam perjalanan dari Semarang menuju Jonggol untuk mendampingiku melahirkan. Rasanya bahagia, keluarga jauh di sana bersedia mendampingiku melahirkan. Meskipun bukan Mamah Papah karena mengingat kondisi beliau yang masih belum stabil. Namun aku bersyukur, setidaknya ada 'orang tua' yang akan mengurangi kepanikanku. Allahumma sahhil lana umuurana aamiin. 

No comments:

Post a Comment