Kuliah ini terdiri dari 9 semester, satu semester sebagai persiapan, dan 8 semester sisanya sebagai kuliah inti. Semuanya dilalui online jarak jauh, kecuali saat ujian, para mahasiswa harus datang ke tempat yang ditentukan panitia.
Ujian kali ini diadakan di kampus lamaku, tempat yang tak asing bagiku, sehingga banyak channel mencari info tumpangan sementara bagi aku dan Jihan selama sepekan.
__________
Januari 2015
Waktu ujian tiba, aku diantar Mase ke kosan teman, tempatku akan menumpang selama ujian. Setelah itu Mase langsung kembali ke Jonggol karena kegiatan pesantren sedang padat.
Mbak Qori alhamdulillah bersedia membantu mengurus Jihan meskipun doi sedang hamil juga.
Aku berangkat ke kampus pukul 9.00 padahal ujian dimulai pukul 09.30, mepet, berbeda jauh dengan kebiasaanku saat masih benar-benar kuliah di kampus biru tersebut, pantang terlambat.
Hal ini kulakukan karena terlalu berat meninggalkan Jihan meskipun barang satu-dua jam.
Aku selalu mengerjakan ujian secepat mungkin, kemuadian berjalan cepat kembali ke kosan, sebelum hujan turun, dan juga karena rindu pada putriku.
__________
Saat itu usia Jihan 8 bulan. Sudah mulai belajar titah meskipun belum bisa berdiri tegak. Jihan bersemangat sebagaimana aku, belajar banyak hal baru dari nol. From zero to hero.
MPASI bubur saring, aku membuatkan untuk Jihan setiap hari, daripada musti membeli bubur jadi atau instan yang entah bagaimana kualitas, kadar garam, dan penyedap rasanya. Aku juga rutin menyiapkan ASIP bagi Jihan, meskipun tak pernah banyak menghasilkan.
Bagiku, yang penting adalah memberikan yang terbaik bagi anak, meskipun sedikit bersusah payah. Daripada musti keluar dari standar kesehatan yang dianjurkan.
Teringat nasehat seorang ustadzah yang merubah total pandanganku tentang seorang ibu. Bukankan seorang ibu memang diciptakan untuk anak dan dituntut untuk mengasuh anak? Kewajiban terbesar seorang ibu adalah mendidik, bukan bekerja di luar atau mengejar tittle sarjana.
Merupakan suatu kekonyolan ketika kita meninggalkan kewajiban demi suatu yang tidak wajib.

No comments:
Post a Comment