Di Semarang, Jihan tampaknya agak terkejut melihat keramaian. Sementara banyak sanak saudara ingin menggendongnya. Jihan (lagi-lagi) mengalami hambatan dalam adaptasi. Dia tak mau lepas dari abah dan mamanya. Bahkan, dia seolah harus belajar rambatan lagi dari awal, lupa bagaimana caranya berdiri dan melangkahkan kaki.
Sebagai ibu yang selama ini memonitor perkembangannya secara seksama, tentu aku merasa sangat sedih melihat penurunan ini. Namun, apa yang dapat aku lakukan? Tidak mungkin juga aku mem-protect Jihan secara berlebihan.
Alhamdulillah, setelah Mase kembali ke Bogor, Jihan jadi lebih lunak, mulai mau digendong tante dan eyangnya. Alhamdulillah, aku tak lagi kewalahan menggendongnya kemana pun aku pergi.
Picture by: http://instagram.com/fauzeeyyah

No comments:
Post a Comment