Laman

Wednesday, March 16, 2016

2016

Memasuki tahun 2016, Mase kembali ke kesibukannya seperti biasa, bahkan makin sibuk. Aku juga mulai berkonsentrasi memikirkan persiapan lahiran dari mencari dokter perempuan, rumah sakit murah, BPJS, mempersiapkan rumah untuk baby baru, hingga menghitung kebutuhan baju bayi yang kurang.

Atas bantuan ummahat teman-teman kajian di Citra, aku banyak mendapatkan informasi dokter dan rumah sakit. 

Ketika Mase sedang senggang, aku sering menyelipkan obrolan-obrolan tentang tempat lahiran, mencari rumah sakit yang murah tapi berkualitas dan dekat dari pesantren. 

Melihat tarif operasi secar yang WOW, aku dan Mase merundingkan kembali untuk lahiran di Semarang. Kurasa, dengan melahirkan di kampung, aku akan banyak terbantu oleh sanak saudara, ada yang menjaga Jihan selama aku di rumah sakit, dan mungkin terif secar lebih murah dibandingkan Bogor. 

Juga melihat kesibukan Mase yang makin padat, rasanya sulit bagi emak lelet manja sepertiku untuk bekerja keras mengurus dua anak sendirian, apalagi pasca operasi secar kedua. Adapun Mami sudah menyatakan tak bisa menemaniku melahirkan kalau aku 'nekat' melahirkan di Bogor. 

Aku terus mencari info dokter dan rumah sakit di Semarang, beserta menanyakan prosedur pembuatan dan penggunaan BPJS, dan fix, insya Allah aku akan melahirkan di Semarang. Ya Allah, semoga ini yang terbaik bagi kami, meskipun kali ini harus LDR-an lagi. 

__________
Tanggal 25 Februari 2016, aku pulang ke Semarang, mempersiapkan hati untuk berjauhan dengan yang tercinta. Mudahkanlah ya Allah, sesungguhya Engkau mampu merubah kesulitan menjadi kemudahan. 

No comments:

Post a Comment