Pagi itu, teman-teman sekelasku heboh. Katanya ada pengumuman ujian masuk Fakultas Syariah akan dilaksanakan pada tanggal sekian.
Kami berbondong-bondong keluar untuk memastikan. Dan ternyata benar. Waduh, dengan semangat yang naik turun ini, aku masih harus ikut ujian? Padahal besar harapan bisa masuk dengan 'gratis' sudah memenuhi angan-anganku.
Selama ini, mahasiswi yang memiliki predikat mumtazah (istimewa) memang mendapatkan hak berpindah tingkatan tanpa tes. Dan baru tahun ini kebijakan tersebut diubah. Semua mahasiswa-i wajib mengikuti tes masuk dengan mengesampingkan predikat nilai mereka di tingkat sebelumnya. Merasa tertantang? Yes I am. Tapi takut juga Yes I am.
Hmm, ujian seleksi ini dilaksanakan sebelum UAS. Jadi, semua yang mendaftar wajib ikut seleksi, baik yang nilainya tinggi, ataupun yang dibawahnya, tanpa terkecuali!
Saat ujian tulis tiba, kami melaksanakan ujian di gedung tempat mahasiswi Syariah menimba ilmu. Hari itu adalah hari Sabtu, dimana seluruh mahasiswa/wi libur, kecuali kami yang hari itu mengikuti ujian.
Soal yang kami hadapi menakjubkan, 80 soal checkpoint, yang beberapa diantaranya adalah hal-hal yang sama sekali tidak kami mengerti karena belum kami pelajari. Tapi alhamdulillah aku yakin, setidaknya jawabanku bisa diharapkan. Bismillah...
Pekan depannya, hari Sabtu pagi juga, kami menjalani interview di tempat yang sama. Saat menaiki tangga, tiba-tiba rasa lelah menjalari tubuhku. Hmm, namanya saja hamil muda, naik tangga pun rasanya lemas dan tak berdaya. Apalagi aku telah menempuh jarak jauh dari rumah ke kampus dengan berjalan kaki.
Saat menunggu giliran pun aku sempat kebingungan mencari makan siang, laper cuy. Sedangkan hari Sabtu kantin kampus libur. Beginilah rasanya orang ngidam, saat di luar rumah ingin makan segala sesuatu yang enak, tapi saat membuka pintu rumah, semua makanan mendadak minta dimuntahkan.
Alhamdulillah setelah selesai, sekitar menjelang Ashar, sahabatku Hanik Hidayah berkenan memberi tumpangan dan mengantarku sampai rumah.
Senang rasanya, walaupun kelihatannya jomblo, tapi suami, saudari dan teman-teman tetep care dan banyak sekali membantu. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan limpahan kasihsayang-Nya.
Picture by: http://instagram.com/fauzeeyyah

No comments:
Post a Comment