Jujur saja, ngidamku ini membuat semangat belajarku down. Rasa mual yang parah, lemas, dan cepet lelah sukses membuatku banyak tidur. Pulang kuliah, tidur. Di kampus, tidur. Malam setelah Isya, tidur.
Aku yang tadinya nyaris tak pernah bolos pun beberapa kali harus absen karena kondisi ini. Ya, bolos, karena aku terlalu ribet dan jomblo untuk pergi ke Dokter dan minta surat keterangan sakit. Ekhem...
Ketakutanku menjadi mahasiswi 'mahrumah' alias tidak akan bisa ikut ujianpun mulai menghampiri. Tapi alhamdulillah ternyata ga segitu parahnya. Aku masih bisa ikut ujian dengan tenang.
Dengan bantuan teman2 sekelas, terutama si Hanik, aku jatuh bangun belajar. Sendirian di rumah, begadang, terpaksa minum kopi, dan tragedi 'ga sengaja ketiduran' sampai pagipun sudah kualami. Laa haula wa laa quwwata illa billah... Padahal saat itu mata pelajaran nahwu yang soalnya pasti menantang karena diampu oleh DR. Sarmini, MA.
Tapi Alhamdulillah semua itu tidak membuatku patah semangat. Saat semangatku mulai low, segera aku charge ulang, terus begitu, setiap hari, sepanjang masa2 ujian. Tentunya para sahabat dan Mase adalah para penyemangat terbesarku saat itu.
Dan hasilnyaaa? Hehehe, alhamdulillah masih dapat nilai mepet, dengan peringkat anjlok. Sebelumnya IP ku selalu di atas 92 IP di atas 90, peringkatku 123. Namun kali ini IP 89, IPK 90, dan aku menerima peringkat ke sepuluh. Alhamdulillah 'alaa kulli haal.
Jujur saja, sebagai pemilik watak melankolis yang cenderung perfeksionis, aku tertekan dengan hasil yang kucapai. Tapi masya Allah, Mase dengan watak phlegmatisnya bisa menetralkan kegaduhan hatiku, sembari mengingatkan bahwa apa yang kita dapat adalah yang terbaik dari Allah untuk kita.
Yang penting, libur 'tlah tiba, saatnya packing untuk pulang kampung. Ayeeey...
Picture by: http://instagram.com/fauzeeyyah

No comments:
Post a Comment