Laman

Friday, June 5, 2015

Awal Kehamilanku


Jakarta, sekitar pertengahan bulan September 2013
Dua garis. Jantungku berdegup kencang. Rasanya seluruh tubuh ini lemas. Kaget, seneng, malu, pokoknya semua rasa nimbrung bertumpuk jadi satu dalam hatiku.
Apa yang harus aku bilang ke Mase?

"Klining...", hapeku berbunyi tanda ada pesan Whatsapp masuk. Ternyata pesan dari Mase,
"Gimana De, dah dicoba tespacknya?"
Glegg... Tuh kan betulan ditanya, batinku. "Mase, telpon Adek sekarang yaa...", balasku singkat.

Ga lama kemudian Mase nelpon, dan perbincangan singkatpun berlangsung. Intinya, walaupun serasa belum siap, apapun yang terjadi, kita berdua harus menguatkan diri. Bagaimanapun, anak adalah anugerah, amanah, yang harus dijaga baik-baik.

Bismillah, ya Allah, bimbing kami.
____________________

Beberapa hari setelahnya, aku pergi ke Bidan dekat dengan kontrakan kami, diantar oleh adik iparku, Mbak Qori. 

"Hamil ya, Bu." kata Bu bidan.
"He eh", aku mengangguk.
"Ini sudah satu setengah bulan, Bu. Sudah hampir dua bulan",
"Kok cepet amat sih, Bu?" aku penasaran, perasaan aku baru telat seminggu dari waktu haid, kok udah dibilang hampir dua bulan? Dasar pasien sok tau. Hihihi...

Ternyata setelah aku cek, waktu itu kehamilanku masih berusia 5 minggu, beda seminggu doang dari kata Bidan, sih.

"Berapa Mbak?" tanyaku kepada Mbak yang jaga kasir.
"120 ribu, Bu." jawabnya.

Hmm, memang betul bidan Jakarta. Cuma periksa, suntik dan vitamin aja harus merogoh kocek sedemikian dalam. Bisa bolong nih kantong kalo harus periksa ke sini tiap bulan.
____________________


Mulai malam harinya, entah kenapa tiba-tiba rasanya perutku mual, kepala pusing, dan badan rasanya lemas gak karuan. Mulailah fase terberat dalam kehamilanku, fase dimana aku dimabuk kepayang -eh, salah-, mabuk habis-habisan.

Padahal, sebelum pergi ke Bidan, aku sudah berbangga karena ga merasa mual sama sekali. Bahkan nafsu makanku sempat meningkat drastis.

Meskipun sempat mengeluh dan khawatir, aku bersyukur bahwa dengan mual ini, aku berkomunikasi dengan bayiku. Aku sadar bahwa tiap rasa yang kurasakan selama trimester adalah tanda bahwa anakku tumbuh dengan sehat.


No comments:

Post a Comment