Jihan sudah mulai beradaptasi dengan orang rumah. Sudah mulai menemukan 'kesenangannya' di sini. Aku mulai bisa beristirahat sedikit.
__________
Dengan berbekal info dari beberapa teman kajian Mamah, aku mendapat rekomendasi beberapa obgyn muslimah dengan berbagai karakter. Ada yang penyabar dan ramah, namun antrean pasien selalu panjang. Ada yang sedikit tegas dan ceplas-ceplos, namun telaten dan jelas pasiennya tidak terlalu banyak.
Bismillah, berbekal keberanian, aku memilih dokter yang tegas.
__________
Kunjungan Pertama- RS Roemani
Dokter: "Apa keluhannya bu?"
Saya: "Ga ada, Dok"
D: "Lha terus ngapain ke sini?"
S: "Ya mau kontrol aja, Dok"
D: "Anak pertama kenapa secar? Takut lahiran normal ya?"
S: "Err, presentasi wajah, Dooooook"
D: USG "Ini posisi bayinya sungsang bu".
S: "Ah, terakhir USG kata bidan udah di panggul kok Dok". (pasien ngeyel)
D: "Ini lho saya tunjukin, nih, kepalanya di sini. Ni buat mematahkan argumen njenengan. Dibilangin jangan ngeyel!"
Mamah: "Terus gimana ini dok, apa ibunya harus jalan banyak biar posisi anaknya ga sungsang lagi?"
D: "Ga usah bu. Orang juga nantinya kan akan secar. Ga usah dipikir susah lah. Kasian ibunya, kelihatan sekali orangnya penakut. Anak masih kecil sudah hamil lagi, berat sekali beban hidupnya". (Mak jlebb kayak ketusuk pedang dari depan nembus ke punggung hihi)
Yah, begitulah pengalaman saya berkonsultasi dengan seorang dokter yang sudah cukup sepuh dan berbicara apa adanya. Well, dibikin enjoy aja. Asal nanti baby bisa lahir dengan selamat, itu udah cukup mengobati rasa di hati. Wakwaw!
No comments:
Post a Comment